BIMA – Sebuah babak baru pendidikan di lereng Tambora sedang ditulis dengan tinta transparansi dan dedikasi. SD Negeri 2 Desa Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, menjadi potret nyata keberhasilan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, revitalisasi ini dikelola langsung oleh pihak sekolah tanpa melibatkan pihak luar daerah. Sebuah terobosan yang berbasiskan kerakyatan, berdaya guna dan berhasil guna. Anggaran sebesar Rp 1.514.963.000 yang bersumber dari APBN dikelola secara Swakelola Tipe I selama 120 hari kerja di bawah komando Kepala Sekolah FANY FERLINA S Pd, dengan pendampingan Konsultan Perencana Haerul Anam ST dan Pengawas Rizal Urrahman ST serta Arifin Umar S Pd yang merupakan perwakilan dari tenaga tukang.
Kini progres pembangunan telah mencapai 60 persen. Capaian yang bukan sekadar angka, melainkan bukti kepatuhan total terhadap Juknis Revitalisasi dari Kemendikdasmen, regulasi DAK Fisik, serta Standar Operasional Prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Keistimewaan dari revitalisasi ini terletak pada filosofi pengelolaannya. Regulasi anggarannya ditata secara presisi sesuai petunjuk teknis di dalam RAB. Setiap rupiah dipertanggungjawabkan secara akuntabel, setiap material diuji kesesuaiannya dengan spesifikasi RAB, setiap tahapan pekerjaan dicatat dalam buku harian dan laporan mingguan sebagai wujud ketaatan pada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang-Undang Jasa Konstruksi.
Tidak ada pekerjaan yang diserahkan begitu saja. P2SP, Kepala Sekolah, Konsultan Perencana, Pengawas, dan perwakilan dari tenaga tukang bahu membahu mengendalikan mutu di lapangan. Komite sekolah dan masyarakat lokal Labuan Kenanga dilibatkan secara aktif dalam musyawarah, pengawasan, dan pengerjaan, sehingga semangat gotong royong menjadi napas utama pembangunan. Inilah esensi Swakelola yang sesungguhnya, dari rakyat, oleh rakyat, untuk anak-anak rakyat.
Papan informasi proyek terpampang jelas di depan sekolah, membuka ruang kontrol sosial seluas-luasnya bagi publik. Pembukuan tertib, pencairan dana bertahap sesuai progres fisik, dan penggunaan tenaga kerja lokal menjadi bukti bahwa regulasi tidak hanya di atas kertas, tetapi dihidupkan dalam tindakan.
Dengan pola ini, FANY FERLINA S Pd bersama Haerul Anam ST, Rizal Urrahman ST dan Arifin Umar S Pd yang merupakan perwakilan dari tenaga tukang ingin menegaskan satu prinsip luhur, bahwa yang diutamakan adalah pembangunan mutu daripada pembangunan fisik. Mutu bukan hanya tentang kokohnya dinding dan indahnya cat, tetapi tentang integritas pengelolaan, transparansi anggaran, dan kebermanfaatan jangka panjang bagi kualitas pembelajaran.
Revitalisasi SDN 2 Labuan Kenanga adalah jawaban bahwa ketika regulasi dipatuhi, SOP dijalankan, dan semua unsur aturan berdasarkan UU dipenuhi, maka hasilnya akan berdaya guna dan berhasil guna. Sebuah sekolah di pelosok Tambora telah memberi pelajaran berharga tentang bagaimana mengelola negara dari skala terkecil dengan cara yang paling intelek dan terpercaya.
Media KOMPAS MERDEKA COM hadir sebagai pengawas kontrol sosial independen untuk memastikan marwah revitalisasi yang berbasis kerakyatan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain di Kabupaten Bima.
*JURNALIS BENNY TAMBORA*
















Komentar