KARAWANG – Warga sejumlah wilayah di sekitar Jalan Tuparev, Kabupaten Karawang, menyoroti maraknya aktivitas malam hari yang dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kekhawatiran tersebut muncul menyusul sejumlah keributan antarpemuda hingga tawuran yang disebut warga beberapa kali terjadi di sepanjang Jalan Tuparev. Menurut warga, sebagian persoalan bermula dari hal sepele yang kemudian berkembang akibat emosi yang tidak terkendali.
Gus Iman, salah seorang warga, mengatakan berdasarkan pengamatan masyarakat, sepanjang tahun 2026 telah terjadi beberapa kali keributan di kawasan tersebut. Ia menyebut, aktivitas warung angkringan yang ramai pada malam hari, khususnya di sepanjang trotoar dari pintu perlintasan rel kereta api hingga kawasan Alun-alun Karawang, menjadi salah satu perhatian warga.
“Terhitung sudah lebih dari lima kali terjadi keributan sepanjang tahun 2026. Persoalannya sering kali bermula dari hal sepele, kemudian berujung saling baku hantam,” ujar Gus Iman.
Ia juga menyebut warga pernah menemukan puluhan botol minuman keras yang disebut digantung di tiang listrik di sekitar Jalan Tuparev. Temuan tersebut, kata dia, sempat diunggah ke media sosial dengan harapan mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
Selain persoalan keamanan, warga juga menyoroti aktivitas angkringan yang masih berlangsung hingga dini hari. Pada malam akhir pekan, sejumlah tempat makan dan jajanan disebut masih ramai hingga menjelang pagi.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua khawatir, terutama terhadap anggota keluarga yang harus melintas di Jalan Tuparev saat berangkat maupun pulang bekerja pada malam atau dini hari.
“Bukan berarti kami usil atau terganggu dengan keberadaan angkringan. Kami hanya khawatir apabila keributan terus terjadi dan anak-anak kami yang pulang atau berangkat kerja pada shift malam harus melintas di kawasan tersebut,” katanya.
Menurut Gus Iman, pemerintah daerah perlu melakukan langkah pencegahan dan pengawasan yang lebih serius. Ia berharap jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah terjadi korban akibat keributan.
“Jangan menunggu ada korban, apalagi sampai meninggal dunia, baru dilakukan penindakan. Mengantisipasi dan menjaga keamanan serta ketertiban wilayah merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.
Warga meminta Pemkab Karawang bersama aparat keamanan dan pihak terkait melakukan evaluasi terhadap aktivitas malam hari di sepanjang Jalan Tuparev, termasuk memastikan setiap pelaku usaha menjalankan kegiatan sesuai ketentuan dan turut menjaga keamanan lingkungan.
Warga juga berharap persoalan tersebut tidak langsung dipandang sebagai penolakan terhadap keberadaan UMKM atau usaha kuliner malam. Menurut mereka, yang menjadi perhatian utama adalah keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
“Kalau memang ada usaha yang berjalan, silakan berjalan sesuai aturan. Tetapi keamanan dan kenyamanan masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama,” pungkas Gus Iman.
Sejumlah warga yang menyampaikan kekhawatiran tersebut antara lain berasal dari kawasan Babakan Cianjur, Santiong, Babakan Asem, Seroja, Sadamalun, Cihuni, Gang Bojong, Kaum, Poponcol, dan Anjun.
Warga berharap Pemkab Karawang, Satpol PP, kepolisian, serta unsur terkait dapat melakukan pemetaan dan pengawasan kawasan secara bersama-sama untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di Jalan Tuparev.
















Komentar