Tebing Tinggi,Kompasmerdeka.com
Seorang ibu bersapaan Ani pelanggan PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi warga Gang Damai Lingkungan II Kelurahan Lalang Kecamatan Bajenis,mengungkapkan kekecewaannya karena pasokan air dari PDAM terkadang mati dan bila hidup air yang keluar dari kran kecil.Kondisi memprihatinkan terkait air tersebut,memberikan dampak tak saja soal mandi,nyuci tapi juga ke usaha doorsmeer milik suaminya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti diungkapkan Ani kepada Kompasmerdeka Senin (12/10/2026),sejak 5 hari ini kami kesulitan air disebabkan pasokan air PDAM Tirta Bulian ke rumah tak lagi normal.Sejak kira-kira malam Jumat lalu,air dari kran lebih banyak mati atau tak mengalir seperti sebelumnya.Pernah pada pagi,siang,sore air tak mengalir dari kran,kalaupun hidup airnya mengalir dengan debit kecil.Sehingga butuh waktu berjam-jam untuk menunggu bak atau ember penuh.Air mengalir dari kran sering hidup pada malam hari sekira pukul 19.30 Wib,itu pun air yang keluar dari kran hanya kecil.
Ketika ditanyakan dampaknya,ibu Ani menuturkankan,lihatlah tempat usaha doorsmeer milik suami saya tutup hari.Hal ini dampak dari kesulitan air atau ketiadaan air.Bila ingin mandi atau memasak namun ketersediaan air minim atau kosong,maka kami harus mengambil air dari sumur di rumah orang tua.”Hajab kali jadinya”,keluh ibi Ani lirih.
Awak Kompasmerdeka coba mengkonfirmasi penyebab kondisi tersebut ke pihak PDAM Tirta Bulian.Di kantor PDAM Tirta Bulian,seorang pegawai kepada Kompasmerdeka mengatakan,tidak normalnya kondisi pasokan air ke pelanggan di Lingkungan II Kelurahan Lalang disebabkan adanya pipa besar bagian dari jaringan pipa mengalami kerusakan.Kabag Tehnik serta personilnya tadi sudah turun ke lokasi kerusakan pipa guna dilakukan perbaikan.Pipa rusaj tersebut berada di Jalan Ir.H.Juanda Kelurahan Karya Jaya.Dirut PDAM Tirta Bulian Hadi Sucipto disebutkan sedang tidak nerada di kantor alias sedang keluar tapi tak diketahui kemana.
Di lokasi tempat pipa yang mengalami kerusakan,awak Kompasmerdeka bertemu dengan Kabag Tehnik PDAM Tirta Bulian Muhammad Faham.Kepada Kompasmerdeka,Muhammad Faham menjelaskan bahwa telah terjadi kerusakan pipa besar pada jaringan berlokasi di Jalan Ir.H.Juanda.Lihatlah 3 personil saya sedang menggali dan mengorek dengan alat untuk bisa memperbaiki pipa besar mengalami kerusakan.
“Bisa kita lihat air telah keluar dari pipa besar yang rusak.Pipa PVC berukuran besar ini sudah terpasang sudah sejak lama.Kondisi pasokan/aliran air tidak normal ke rumah pelanggan di Jalan Damai Lingkungan II Kelurahan Lalang disebabkan oleh kerusakan pipa besar di Jalan Ir.H.Juanda.Belum diketahui penyebab kerusakan pipa berukuran besar tersebut.Pipa besar ini adalah alur jaringan mengalirkan air menuju ke rumah para pelanggan PDAN Tirta Bulian di Lingkungan II Kelurahan Lalang”,sebut Muhammad Faham.
Selanjutnya Muhammad Faham mengharapkan para pelanggan yang terkena dampak rusaknya pipa besar tersebut dapat bersabar serta memahami kondisi yang terjadi.Kami sedang berupaya secepatnya memperbaiki kerusakan pipa.Sejak pagi personil tehnik anggota saya sudah bekerja dan menemukan pipa yang rusak,kemudian melakukan penggalian guna dapat memperbaiki pipa rusak itu.
Sebelumnya saat berada di tempat parkir Kantor PDAM Tirta Bulian,Kompasmerdeka juga bertemu dengan seorang warga pelanggan bernama Alfi berdomisili di Lingkungan I Kelurahan Tanjung Marulak (belakang lokasi Mesjid Agung).Alfi mengutarakan bahwa barusan telah menyampaikan ke pegawai PDAM Tirta Bulian tentang aliran air tak normal atau malah mati ke rumahnya.Hal ini terjadi sejak malam Jumat yang lalu.”Tetangga kanan kiri saya,air pasokan PDAM tetap normal mengalir.Tapi ke rumah saya tidak “,ujar Alfi.
Terkait keluhan Alfi,Muhammad Faham ketika dikonfirmasi Kompasmerdeka menyebutkan bahwa permasalahannya berbeda dengan kondisi air yang terjadi di Lingkungan Kelurahan Lalang.”Menurut saya,kondisi air tak normal ke rumah Alfi disebabkan ada jaringan transmisi yang rusak.Secepatnya saya akan cek dan periksa ke sana”,ucapnya.(EH).-
Tebing Tinggi,12 Oktober 2026.
Penulis : Eddy Hartono.

















Komentar