PEKAT, KOMPAS MERDEKA COM – Fenomena kejahatan dengan modus operandi baru kembali meresahkan warga di wilayah Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Di tengah keterbatasan akses informasi dan tingkat literasi masyarakat pedesaan yang masih tergolong awam terhadap modus-modus penipuan modern, kelompok pelaku kejahatan justru semakin leluasa melancarkan aksinya dengan cara yang sangat sistematis, terstruktur, dan sangat meyakinkan.
Modus terbaru yang kini tengah marak terjadi adalah praktik penipuan berkedok program pemasangan tabung Gas Elpiji 5 Kilogram yang menyasar hampir seluruh desa di Kecamatan Pekat. Para pelaku menjalankan aksinya dengan sangat rapi, mereka berpura-pura masuk dari satu Rukun Tetangga (RT) ke RT lainnya dengan dalih melakukan pendataan dan sosialisasi program Gas bersubsidi kepada warga.
Untuk meyakinkan calon korbannya, para pelaku telah mempersiapkan secara matang peralatan berupa kepala regulator dan selang tabung gas sebagai alat peraga. Dengan gaya bicara yang lugas dan meyakinkan, mereka menawarkan program pemasangan tabung gas tersebut dengan meminta uang muka atau uang tanda jadi berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per kepala keluarga. Mereka pun memberikan janji manis bahwa keesokan paginya tabung gas beserta kelengkapannya akan segera diantarkan langsung ke rumah warga untuk dilakukan pemasangan sekaligus pelunasan pembayaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun janji tersebut hanyalah bualan belaka untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, salah satu lokasi kejadian berada di Desa Calabai, Dusun Atas, RT 03. Di lokasi tersebut, para pelaku melancarkan aksinya dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza sebagai kendaraan operasional utama, serta satu unit sepeda motor yang digunakan untuk masuk dan bermanuver di gang-gang sempit yang tidak dapat dijangkau oleh mobil. Kendaraan Avanza tersebut sengaja diparkirkan agak jauh dari lokasi transaksi untuk mengelabui warga dan menghindari kecurigaan.
Yang lebih memprihatinkan, perilaku, sikap, dan cara berpakaian para pelaku sangat menyerupai oknum petugas dari salah satu instansi pemerintah. Mereka sengaja memilih rumah Ketua RT sebagai titik awal pertemuan agar warga di lingkungan tersebut lebih mudah percaya dan tidak menaruh curiga. Dengan memanfaatkan jabatan Ketua RT sebagai legitimasi sosial, warga pun berbondong-bondong menyerahkan uang muka dengan harapan segera mendapatkan tabung gas yang dijanjikan.
Akibat dari aksi penipuan yang terorganisir tersebut, masyarakat yang menjadi korban diperkirakan mengalami kerugian materiil yang tidak sedikit, bahkan mencapai belasan juta rupiah. Setelah uang berhasil dikumpulkan, para pelaku langsung menghilang tanpa jejak. Warga yang telah dijanjikan akan didatangi keesokan paginya, menunggu dengan penuh harap, namun hingga berhari-hari tabung gas yang dijanjikan tak kunjung datang.
Menanggapi persoalan tersebut, berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi langsung Tim Media KOMPAS MERDEKA COM di lapangan, kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Pekat dan umumnya di Kabupaten Dompu, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.
Jangan mudah percaya kepada orang asing yang datang menawarkan barang dagangan, apalagi yang mengatasnamakan program subsidi dari pemerintah. Apabila menemukan orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan yang melakukan transaksi jual beli di lingkungan masing-masing, agar segera melapor dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Kepala Dusun (Kadus), atau Ketua RT setempat guna memastikan legalitas dan kebenaran barang dagangan yang mereka tawarkan, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kerugian di tengah masyarakat.
JURNALIS: BENNY TAMBORA

















Komentar