KARAWANG – Kabar membanggakan datang dari dunia kepesantrenan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Santika Abel Laik Tami, santriwati asal Pondok Pesantren Lingkar Qur’an Center Karawang, terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam ajang International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 7.
Santriwati berusia 18 tahun tersebut berhasil melewati proses seleksi yang diikuti ratusan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Keikutsertaannya menjadi kesempatan bagi santri asal Karawang untuk membawa gagasan tentang pesantren dan budaya Islam Nusantara ke forum internasional.
Dalam rangkaian ICSM Batch 7, Santika dijadwalkan mengunjungi Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 25–30 November 2026. Program tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun jejaring lintas negara sekaligus memperkenalkan potensi santri Indonesia di tingkat internasional.
Santika sendiri memiliki latar belakang sebagai penghafal Al-Qur’an 30 juz. Selain mendalami tahfiz dan dakwah, ia aktif dalam public speaking serta kepenulisan. Saat ini, ia juga turut mengajar para santri di pondok pesantren tempatnya menimba ilmu.
Dalam forum internasional tersebut, Santika akan membawa paper berjudul “From Pesantren to the Global Stage: Santri as Agents of Nusantara Islamic Cultural Diplomacy.”
Melalui gagasan itu, Santika ingin menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang memiliki kapasitas dalam pendidikan, kepemudaan, kepenulisan, serta diplomasi budaya.
Gagasan tersebut tidak terlepas dari pengalaman Santika selama menjalani kehidupan di lingkungan pesantren. Nilai kedisiplinan, pendidikan, keberagaman, dan interaksi sosial yang ia temui sehari-hari menjadi bagian dari perspektif yang dibawanya ke forum internasional.
Melalui keikutsertaannya dalam ICSM Batch 7, Santika berharap dapat memperkenalkan wajah Islam Nusantara yang damai dan toleran sekaligus menunjukkan bahwa santri Indonesia memiliki gagasan serta kapasitas untuk berkontribusi di tingkat global.
Prestasi tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi para pelajar dan santri, khususnya di Karawang, untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengambil kesempatan di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi Santika, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi juga menjadi momentum untuk membawa nama Karawang dan Indonesia melalui gagasan, pendidikan, serta budaya yang dimilikinya.
















Komentar