PEKAT KOMPAS MERDEKA COM
Dompu – Langit Tambora seolah ikut tersenyum. Di tengah lantunan doa dan isak haru, hajatan pernikahan Anestasia Bintari, putri tercinta dari Benny Tambora (Kompas Merdeka Com), yang berasal dari Dusun Pancasila, Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, dengan Moh. Agustus Akbar dari Kelurahan Doro Tangga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Dompu, berlangsung khidmat, penuh kegembiraan dan keberkahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akad nikah yang digelar dengan penuh kesederhanaan namun sarat makna ini menjadi saksi, bahwa cinta yang diperjuangkan karena Allah akan menemukan jalannya. Perjalanan menuju hari bahagia ini tidaklah mudah. Betul-betul melewati ujian, sindiran yang mengiris, tangis yang disembunyikan dalam sujud malam.
Ada luka yang tak terlihat. Teman dekat yang diharapkan menguatkan, justru semakin menjauh, menambah perih sukma. Kepintaran kadang dipakai bukan untuk memahami, melainkan dijadikan tameng kebencian, tanpa akal sehat dan kecerdasan hati.
Namun Allah Maha Adil. Justru teman yang jauh datang membawa tangis haru, memberikan ucapan doa restu yang tulus. Inilah pelajaran kehidupan yang mahal: bahwa ketulusan tidak diukur dari dekatnya jarak, melainkan dari dalamnya keikhlasan.
Dalam pesan penuh syahdu saat akad nikah, ayahanda mempelai berpesan dengan bijak dan santun:
“Anakku, bangunlah bahtera rumah tanggamu di atas iman yang kokoh. Berbaktilah kepada suamimu, hormatilah ia dengan kelembutan dan ketaatan karena Allah. Jagalah lisan, jagalah hati, jagalah akhlakmu. Semoga Allah menjadikan rumah tanggamu keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah hingga akhir hayat.”
Namun dengan hati yang lapang, kami tidak membalas kebencian dengan kebencian. Kami justru mendoakan bagi para pembenci kebaikan: Semoga mereka dinaungi oleh keberkahan, sebab hati yang tulus karena ALLAH selalu dinaungi oleh-Nya, ibarat tongkat di jalan yang licin dan pelita di kala kegelapan. Karena sesungguhnya kebencian tidak akan pernah menang, sebab di dalam setiap ketulusan ada campur tangan Tuhan.
Al-Qur’an telah mengajarkan hakikat pernikahan yang agung, sebagaimana firman-Nya dalam QS Ar Ruum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” Inilah sakinah, mawaddah, warahmah yang menjadi fondasi bahtera rumah tangga.
Dan ketahuilah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, bahwa makar kebencian manusia tidak akan mampu mengalahkan kehendak Allah. “Mereka merencanakan makar, dan Allah pun membuat rencana. Dan Allah sebaik-baik perencana.” (QS Ali Imran 54). Ketika Allah telah merestui sebuah ikatan suci, maka tidak ada sindiran, tidak ada fitnah, tidak ada kebencian yang dapat meruntuhkannya.
Ucapan terima kasih yang tulus disampaikan kepada Kaharudin SPD dan Suhardi SPD selaku Ketua Panitia, yang dengan penuh dedikasi dan keikhlasan mengawal acara hingga berjalan sesuai rencana, tanpa hambatan dan rintangan yang berarti.
Hari ini bukan sekadar pesta. Hari ini adalah kemenangan kesabaran, kemenangan doa seorang ayah, dan awal dari sebuah perjalanan suci.
Selamat menempuh hidup baru, Anestasia Bintari dan Moh Agustus Akbar. Semoga menjadi keluarga yang diberkahi langit dan bumi.
Jurnalis: Benny Tambora

















Komentar