DOMPU, KOMPAS.MERDEKA. COM_
Duka mendalam menyelimuti warga Desa Sori Tatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, pada Selasa pagi, 16 September 2026. Sebanyak 2 unit rumah warga hangus terbakar rata dengan tanah. Peristiwa tragis yang terjadi di pagi hari tersebut diduga kuat akibat korsleting arus listrik dari salah satu rumah warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Media Kompas. Merdeka. Com di lapangan, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 08.00 WITA pagi. Api yang berasal dari bagian atap rumah yang terdapat instalasi listrik dengan cepat membesar. Karena kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu yang sangat mudah terbakar, ditambah hembusan angin pagi yang cukup kencang serta jarak antar rumah yang sangat berdekatan, api dengan sangat cepat merembet dan melahap satu rumah lainnya di sampingnya.
Jeritan histeris warga memecah kesunyian pagi. Warga sekitar yang panik berlarian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ember, baskom, selang air, bahkan pasir dikerahkan untuk menjinakkan amukan api. Namun upaya heroik warga tersebut tidak mampu membendung ganasnya kobaran api. Dalam waktu kurang dari satu jam, kedua rumah rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing arang dan kepulan asap tebal.
Beruntung dalam musibah pagi ini tidak ada korban jiwa, karena pemilik rumah sedang beraktivitas di luar rumah. Namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Seluruh perabot rumah tangga, pakaian, stok bahan makanan, hingga dokumen-dokumen penting seperti ijazah, sertifikat dan surat-surat berharga lainnya hangus tak tersisa. Para korban kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.
Kepala Desa Sori Tatanga, Bapak MIRAFUDIN, yang langsung turun ke lokasi kejadian sesaat setelah mendapat laporan, membenarkan kronologi kejadian tersebut kepada Media Kompas. Merdeka. Com.
“Benar, kejadian tadi pagi sekitar jam 8. Ada 2 rumah warga kami yang hangus terbakar rata dengan tanah. Dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik dari salah satu rumah, kemudian merembet ke rumah lain karena bangunan semi permanen dan berdekatan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi kerugian sangat besar. Saat ini para korban kami evakuasi ke rumah keluarga,” ujar Kades Sori Tatanga, Bapak MIRAFUDIN.
Di tengah kepanikan warga, aksi heroik dan kepedulian luar biasa ditunjukkan oleh Batalyon TP 875 Kecamatan Pekat dan PT. SMS Pekat. Begitu mendapat laporan kebakaran dari warga, Danyon TP 875 langsung memerintahkan personelnya untuk menerjunkan Bala Bantuan sebanyak 3 unit mobil pemadam kebakaran milik Batalyon TP 875 ke lokasi kejadian. Tidak hanya itu, 1 unit mobil pemadam kebakaran dari PT. SMS Pekat juga diterjunkan membantu proses pemadaman.
Sebanyak 4 unit mobil Damkar bahu-membahu bersama personel TNI dan warga berjibaku memadamkan sisa api yang masih menyala dan melakukan pendinginan agar api tidak terus merembet ke pemukiman padat lainnya di sekitar lokasi. Berkat kesigapan dan gerak cepat 3 mobil Damkar dari Batalyon TP 875 dan 1 mobil Damkar dari PT. SMS Pekat, api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya.
Warga Desa Sori Tatanga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Batalyon TP 875 Pekat dan manajemen PT. SMS Pekat yang telah hadir menjadi garda terdepan membantu rakyat dalam musibah ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Batalyon TP 875 Pekat yang menurunkan 3 mobil Damkar dan 1 mobil Damkar dari PT. SMS yang cepat datang membantu kami. Kalau tidak ada bantuan ini, mungkin lebih banyak rumah yang terbakar rata dengan tanah,” ungkap warga di lokasi kepada Kompas. Merdeka. Com.
Peristiwa yang dihimpun oleh Media Kompas. Merdeka. Com pada Selasa pagi, 16 September 2026 ini kembali menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Dompu. Fakta bahwa penyelamatan kali ini bergantung pada Bala Bantuan 3 unit Damkar dari Batalyon TP 875 dan 1 unit Damkar dari PT. SMS Pekat menjadi bukti nyata betapa vitalnya kehadiran mobil pemadam kebakaran di tingkat kecamatan. Selama ini, Kecamatan Pekat dan beberapa kecamatan lainnya tidak pernah memiliki fasilitas mobil pemadam kebakaran milik Pemda. Mobil Damkar dari Mako Damkar Kabupaten Dompu di Kota Dompu harus menempuh jarak puluhan kilometer sehingga tidak pernah tiba tepat waktu.
Warga menilai Pemda Dompu terkesan abai terhadap keselamatan warga di wilayah lingkar Tambora. Mereka dengan tegas mendesak Bupati Dompu dan DPRD agar segera merealisasikan pengadaan 1 unit mobil pemadam kebakaran untuk setiap kecamatan se-Kabupaten Dompu.
“Kami terima kasih kepada TNI dari Batalyon TP 875 dan PT. SMS. Tapi kami mohon kepada Bupati dan DPRD, hadirkan mobil Damkar milik Pemda di setiap kecamatan. Jangan hanya mengandalkan bantuan Batalyon dan perusahaan. Pemda harus hadir. Ini kebutuhan mendesak,” keluh tokoh masyarakat Desa Sori Tatanga.
Pekat, Kompas. Merdeka. Com akan terus memantau perkembangan penanganan korban dan menyuarakan aspirasi masyarakat.
_JURNALIS: BENNY TAMBORA_
















Komentar