KARAWANG, KompasMerdeka,com. – Setelah hampir tiga dekade dipisahkan jarak dan kesibukan masing-masing, ratusan alumni SMAN 5 Karawang (SMANLI) Angkatan 1999 kembali dipertemukan dalam suasana penuh haru dan keakraban.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam acara Temu Kangen Reuni Perak SMAN 5 Karawang Angkatan 99 yang digelar di Ballroom Hotel Mercure Karawang, Jalan Galuh Mas Raya No. 30, Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Minggu (6/9/2026).
Mengusung tema “Satu Angkatan Sejuta Kenangan – Big Family SMANLI 1999”, kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para alumni untuk mengenang masa-masa putih abu-abu sekaligus kembali mempererat tali silaturahmi yang sempat terpisah oleh waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan Redaksi Bokir.id, M. Suparta Wijaya, turut meliput langsung rangkaian kegiatan tersebut hingga selesai atas undangan khusus Ketua Panitia Reuni, M. Paris Husen, yang merupakan alumni SMAN 5 Karawang Angkatan 1999.
Pantauan Bokir.id, sejak pagi suasana Ballroom Hotel Mercure Karawang telah dipenuhi para alumni yang datang dari berbagai daerah. Nuansa nostalgia semakin terasa dengan hadirnya backdrop bertuliskan “Big Family SMANLI 1999 – Reuni SMAN 5 Karawang Angkatan 99 – Temu Kangen”, lengkap dengan foto gedung sekolah yang menjadi saksi perjalanan mereka.
Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Para alumni dari berbagai kelas hadir dan membaur tanpa sekat jurusan.
Dari kelompok IPA, hadir perwakilan IPA 1, IPA 2, IPA 3, IPA 4, hingga IPA 5. Sementara dari kelompok IPS, turut hadir alumni IPS 1, IPS 2, IPS 3, dan IPS 4.
Kelengkapan perwakilan kelas tersebut membuat suasana reuni semakin meriah. Para alumni yang dahulu menghabiskan masa sekolah bersama kini kembali duduk satu meja, berbincang, bercanda, hingga mengabadikan momen dalam foto bersama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Suasana kemudian berlanjut dengan pemutaran video dokumentasi dan kenangan masa sekolah yang membawa para alumni kembali mengingat perjalanan mereka saat mengenakan seragam putih abu-abu.
Acara juga diisi sambutan Ketua Panitia M. Paris Husen, doa bersama untuk para guru dan rekan alumni yang telah berpulang, serta sesi foto bersama masing-masing kelas.
Momen yang paling dinantikan adalah foto akbar Big Family SMANLI 1999, yang mempertemukan seluruh alumni dalam satu bingkai kenangan.
Suasana semakin hangat ketika hiburan musik nostalgia mulai mengalun. Lagu-lagu yang identik dengan masa SMA membawa para alumni bernostalgia, seolah mengembalikan mereka pada suasana sekolah puluhan tahun silam. Kemeriahan semakin lengkap dengan pembagian doorprize.

Salah seorang alumni IPA 2, Hajah Indriati Kartika, S.Kom., mengaku bahagia sekaligus terharu dapat kembali bertemu dengan teman-teman sekolah setelah 27 tahun berlalu.
“Perasaan saya sangat senang dan terharu bisa bertemu kembali dengan teman-teman setelah sekian lama. Sudah 27 tahun tidak bertemu, rasanya seperti kembali ke masa SMA. Reuni ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi momen untuk mengenang masa lalu dan berbagi cerita tentang perjalanan hidup kami masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Reuni M. Paris Husen berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai ajang temu kangen. Menurutnya, kekuatan hubungan antarlulusan dapat dikembangkan menjadi jaringan positif yang memberikan manfaat lebih luas.
Reuni tersebut diharapkan dapat menjadi awal bagi lahirnya berbagai kegiatan bersama, mulai dari memperkuat silaturahmi, kegiatan sosial, hingga kontribusi nyata bagi almamater tercinta, SMAN 5 Karawang.
Bagi para alumni, reuni ini bukan sekadar pertemuan setelah 27 tahun. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa waktu boleh berjalan, kehidupan boleh membawa setiap orang ke arah yang berbeda, namun kenangan dan persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap memiliki tempat tersendiri.
Tawa, pelukan, canda, dan cerita masa lalu pun mewarnai setiap sudut ruangan.
Satu angkatan, sejuta kenangan. Dua puluh tujuh tahun berlalu, Big Family SMANLI 1999 membuktikan bahwa jarak dan waktu tidak mampu menghapus ikatan persahabatan yang telah terjalin sejak masa putih abu-abu.
















Komentar