
_PEKAT, KOMPASMERDEKA.COM_
Kawasan Gunung Tambora saat ini berada dalam kondisi yang sangat rawan. Intensitas kebakaran hutan meningkat, ditambah dengan aktivitas perambahan dan illegal logging yang terus mengancam kelestarian ekosistem. Dampaknya sudah terasa nyata, debit air dari sumber-sumber mata air di lereng Tambora semakin mengecil. Padahal alam Tambora menyimpan seribu janji dan sejuta kenikmatan bagi kehidupan masyarakat. Keasriannya, kekayaan biodiversitasnya, serta fungsi hidrologisnya adalah warisan yang harus dijaga dan dilestarikan. Jika dibiarkan rusak, maka generasi mendatang hanya akan mewarisi penyesalan.
Menyikapi kondisi kritis tersebut, diperlukan langkah koordinatif yang tegas dan berbasis hukum. Penegakan aturan, edukasi masyarakat, serta penguatan sinergi antar lembaga menjadi kunci untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rangka merespons adanya laporan keterlibatan oknum masyarakat Desa Tambora yang melakukan perambahan di wilayah Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Pemerintah Desa Tambora bersama Pemerintah Kecamatan Pekat menggelar rapat koordinasi tertutup. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kepala Resort Tambora BKPH Wilayah VI dan dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pekat.
Sebelum pertemuan dimulai, Bapak JUNAIDIN, http://S.Sos selaku Kepala Resort ke BKPH Wilayah VI Kecamatan Tambora Kab. Bima telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bapak IPTU JUBAIDIN selaku Kapolsek Pekat. Dalam koordinasi tersebut, Bapak Kapolsek Pekat menyatakan siap mendukung penuh dan membackup setiap tindakan tegas yang dilakukan oleh jajaran BKPH Wilayah VI khususnya Resort Pekat dan Resort Tambora, sepanjang sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Rapat ini bertujuan untuk menyepakati langkah bersama dalam mencegah dan menindak praktik perambahan, pembakaran hutan, serta illegal logging. Penekanan khusus diberikan kepada masyarakat yang bermukim di pinggiran kawasan hutan agar menghindari aktivitas pembukaan lahan di radius mata air dan menghentikan segala bentuk pembakaran hutan.
Pertemuan yang bersifat musyawarah antar lembaga ini dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Pekat, Pemerintah Desa, dan pengelola kawasan hutan. Hadir dalam rapat Bapak DERMAWAN, http://S.Sos selaku Camat Pekat, Bapak JUNAIDIN, http://S.Sos selaku Kepala Resort ke BKPH Wilayah VI Kecamatan Tambora Kab. Bima, Bapak JOHANSYAH selaku Kepala Desa Tambora, unsur Kepolisian Sektor Pekat, serta sejumlah tokoh masyarakat Desa Tambora.

Dalam forum tersebut seluruh peserta menegaskan komitmen untuk menegakkan peraturan perundang-undangan dan SOP pengelolaan kawasan hutan. Penguatan patroli bersama, sosialisasi hukum, serta sanksi tegas bagi pelaku perusak hutan menjadi poin utama kesepakatan.
Bapak JUNAIDIN, http://S.Sos selaku Kepala Resort ke BKPH Wilayah VI Kecamatan Tambora Kab. Bima, dalam arahannya menekankan bahwa pelestarian hutan Tambora bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab kolektif. “Out of the power of regulation and togetherness, kita harus menjaga hutan ini. Karena dari hutannya lah air, udara, dan kehidupan kita bergantung,” ujarnya.
Camat Pekat, Bapak DERMAWAN, http://S.Sos, juga menginstruksikan agar pemerintah desa meningkatkan pengawasan di lapangan dan membangun kesadaran masyarakat bahwa merambah dan membakar hutan sama dengan merusak masa depan anak cucu.
Sebagai hasil akhir dari rapat koordinasi ini, seluruh pihak yang hadir membuat berita acara kesepakatan untuk sama-sama menjaga kelestarian hutan dari gangguan dan ancaman kerusakan hutan. Kesepakatan tersebut menjadi komitmen moral dan hukum bagi semua unsur di wilayah Kecamatan Pekat dan Desa Tambora dalam upaya pelestarian kawasan Gunung Tambora.
Media _Kompas Merdeka Com_ akan terus memantau dan mengawal secara objektif setiap langkah kebijakan serta implementasinya di lapangan. Sebagai media dengan visi intelektual dan berimbang, kami menempatkan diri sebagai pilar pengawasan publik di semua sektor kehidupan, baik menyangkut kelestarian lingkungan, penyakit sosial masyarakat, pendidikan, infrastruktur pemerintah, hingga pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan semangat jurnalisme yang kritis, konstruktif, dan berpihak pada kepentingan publik, kami berkomitmen menjadi jembatan informasi yang mencerahkan, mengedukasi, dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi masa depan Tambora yang lestari.
_JURNALIS: BENNY TAMBORA_
















Komentar