JAKARTA, kompasmerdeka.com – Di balik persidangan kasus dugaan ijazah yang melibatkan Joko Widodo dan Roy Suryo, sebuah momen kemanusiaan yang menyejukkan tertangkap kamera. Dua pihak yang berseberangan secara hukum ini justru menampilkan potret kedewasaan dan kesantunan yang luar biasa.
Momen menarik terjadi saat Joko Widodo bangkit dari tempat duduknya dengan tenang, lalu melangkah untuk mengulurkan tangan. Ia bersalaman langsung dengan Roy Suryo serta tim kuasa hukum pihak lawan. Jabat tangan singkat yang disertai senyuman tulus itu menjadi simbol kuat bahwa meski konflik kepentingan sedang diuji di pengadilan, hubungan kemanusiaan dan saling menghormati martabat sesama tetap harus dijaga.
Roy Suryo menyambut uluran tangan tersebut dengan sikap yang tak kalah santun. Ia berdiri dan membalas jabat tangan dengan penuh hormat. Pada momen itu, sekat formal antara mantan presiden, terdakwa, dan pengacara seolah melebur menjadi simbol kesetaraan warga negara yang sama-sama patuh pada hukum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, terutama netizen di media sosial yang sering kali terjebak dalam debat yang saling merendahkan. Fakta bahwa pihak yang berperkara langsung justru mampu menunjukkan adab yang baik, seyogianya menjadi refleksi agar publik lebih bijak dalam menyampaikan pendapat tanpa harus saling membenci.
Masyarakat diharapkan tetap mengawal proses peradilan ini secara proporsional, transparan, dan akuntabel tanpa tergesa-gesa menyimpulkan hasil akhir sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan. Pada akhirnya, sikap yang ditunjukkan oleh Joko Widodo dan Roy Suryo memberikan contoh nyata bahwa perbedaan bisa diselesaikan dengan adab dan kesantunan.
Jurnalis: Benny Tambora

















Komentar