BEKASI, Kompas Merdeka.com β Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti kegiatan ziarah kubur yang dilakukan M. Supartawijaya, Pimpinan Redaksi media online Bokir.id, bersama putranya, Sandi Aria Nugraha, ke makam almarhumah istrinya, Susanti binti Saran, Jumat (21/8/2026).
Ziarah tersebut berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di Jl. KH. Fudholi No. 54, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kedatangan M. Supartawijaya bersama sang putra bukan sekadar untuk berziarah, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengenang sosok almarhumah yang telah meninggalkan kenangan, kasih sayang, serta berbagai kebaikan bagi keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan pusara almarhumah, M. Supartawijaya bersama Sandi Aria Nugraha memanjatkan doa agar Susanti binti Saran senantiasa mendapatkan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dengan suasana yang tenang dan khidmat, keduanya turut mendoakan agar segala amal kebaikan almarhumah semasa hidup diterima oleh Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.
Bagi M. Supartawijaya, ziarah kubur juga menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa rindu kepada sosok istri dan ibu yang telah berpulang. Kenangan tentang kasih sayang dan kebaikan almarhumah menjadi bagian yang terus hidup dalam hati keluarga.
βZiarah ini menjadi bagian dari cara kami untuk terus mengenang almarhumah. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahannya, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya,β ungkap M. Supartawijaya.
Momentum ziarah pada Jumat tersebut berlangsung dengan sederhana, namun sarat makna. Doa dan harapan dipanjatkan dengan penuh ketulusan sebagai bentuk kasih sayang keluarga yang tetap terjaga meski sosok tercinta telah tiada.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. M. Supartawijaya dan Sandi Aria Nugraha meninggalkan makam dengan membawa harapan agar almarhumah Susanti binti Saran senantiasa memperoleh limpahan rahmat dan ampunan Allah SWT.
Bagi keluarga, kepergian bukan berarti berakhirnya kasih sayang. Nama, kebaikan, dan kenangan tentang almarhumah akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga yang ditinggalkan.
















Komentar