
Kompasmerdeka |KEPULAUAN SELAYAR — Menanggapi ramainya sorotan publik dan perbincangan di media sosial terkait antrean kendaraan yang mengular di SPBU, pihak management PT PUTRIANA JAYA UTAMA memberikan klarifikasi resmi.
Perusahaan menegaskan bahwa saat ini pihak SPBU sudah tidak lagi melakukan penyaluran maupun melayani pembelian BBM jenis Pertalite secara langsung kepada para pengecer.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan Pola Pembelian Berulang (Tap-In/Tap-Out)
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa fenomena antrean kendaraan yang seolah tiada henti tersebut bukan disebabkan oleh pengisian langsung ke jeriken pengecer, melainkan diduga akibat adanya pola pembelian berulang oleh oknum-oknum tertentu.
Dalam keterangannya, PT PUTRIANA JAYA UTAMA membeberkan modus operandi yang diduga terjadi di lapangan:
* Pengecer ikut mengantre seperti konsumen biasa menggunakan kendaraan (mobil/motor).
* Setelah tangki kendaraan terisi BBM, kendaraan dibawa keluar dari area SPBU.
* BBM di dalam tangki kemudian dikuras/dikeluarkan untuk dijual kembali.
* Kendaraan yang sama kembali masuk ke barisan antrean untuk membeli BBM berikutnya.
Pola pengisian berulang inilah yang dinilai memicu penumpukan dan membuat antrean di SPBU terus terlihat panjang.
“Perlu kami tegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi penyaluran BBM jenis Pertalite kepada pengecer. Antrean yang terus terjadi diduga karena adanya pembelian berulang oleh pengecer yang mengantre menggunakan kendaraan, kemudian mengeluarkan kembali BBM dari tangki untuk dijual dan kembali mengantre,” tegas perwakilan pihak perusahaan, 16/10/2026.
Bentuk Transparansi dan Tanggung Jawab Publik
PT PUTRIANA JAYA UTAMA memahami bahwa kondisi antrean panjang ini rentan memicu keresahan serta spekulasi liar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, klarifikasi ini disampaikan agar publik mendapatkan informasi secara utuh dan berimbang.
Perusahaan mengimbau masyarakat agar dapat membedakan antara:
* Penyaluran BBM ke pengecer oleh pihak SPBU (yang dipastikan sudah tidak dilakukan), dan
* Aktivitas pembelian mandiri berulang oleh oknum yang memanfaatkan kendaraan untuk menyedot BBM lalu menjualnya kembali.
Sebagai bentuk tanggung jawab publik, PT PUTRIANA JAYA UTAMA menegaskan bahwa persoalan antrean ini harus dilihat dan diselesaikan secara menyeluruh—termasuk menindaklanjuti dugaan pola pembelian berulang di lapangan—agar solusi yang diambil tepat sasaran demi kenyamanan masyarakat umum.
















Komentar